Tragedi Bintaro 19 Oktober 1987: Lembaran Kelam Kereta Api Indonesia
Tanggal 19 Oktober 1987 menjadi hari yang tak akan pernah dilupakan dalam sejarah transportasi darat di Indonesia. Sebuah tabrakan maut antara dua kereta api sarat penumpang terjadi di kawasan Pondok Betung, Bintaro, Jakarta Selatan. Tragedi yang merenggut 156 korban jiwa dan melukai ratusan lainnya ini tidak hanya memukul bangsa, tetapi juga menyita perhatian dunia internasional. Peristiwa ini melibatkan dua rangkaian kereta api dengan muatan yang jauh melebihi kapasitas normal: KA 225: Jurusan Rangkasbitung - Jakarta Kota (ditarik Lokomotif BB 30316) KA 220 Patas: Jurusan Tanah Abang - Merak (ditarik Lokomotif BB 30616) Pada era tersebut, kereta api komuter rutin diisi hingga lebih dari dua kali lipat kapasitas ideal (80 orang per gerbong). Minimnya penegakan aturan membuat penumpang berjubel hingga ke atap kereta, terutama di Senin pagi yang padat oleh para pekerja. Rantai Kesalahan Sistem dan Miskomunikasi Tragedi ini bukanlah kecelakaan tunggal, melainkan akumulasi dari kelalaian ...



